Perjanjian Penempatan Ditandatangani, Taiwan Butuh 2.400 TKI Perawat


Jakarta, BNP2TKI, Rabu, (20/1) – Tingginya angka orang tua (the aging society) di negeri Taiwan yang berusia di atas 65 tahun merupakan peluang tersendiri bagi PT Fioken Kencana Mandiri. Setiap tahun pertumbuhan orang tua usia lanjut (lansia) ini mengalami kenaikan sekitar 10 persen.

“Kita inginkan 2.400 TKI yang akan dikirim merawat lansia di Taiwan nantinya betul-betul memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” harap Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Ade Adam Noch’ ketika memberi sambutan pada acara penandatanganan kesepakatan kerjasama (Memorandum of Understanding) penempatan 2.400 TKI perawat ke Taiwan di kantor DPP KADIN, Rabu (20/1).

Deputi Penempatan hadir menyaksikan acara penandatanganan antara Managing Director dari Asia Pacific Inc-Taiwan, Tommy Fan, Presiden Director PT Fioken Kencana Mandiri, dan COO Sragen Techno Park (STP), Vince Gowan.

Menurut Ade, penempatan TKI caregiver ke Taiwan merupakan awal 2010 yang baik untuk penempatan TKI. Ini sesuai dengan kebijakan pemerintah memprioritaskan penempatan TKI berkualitas.

Para TKI caregiver yang akan dikirim nanti akan mendapatkan pembekalan dari pengajar yang didatangkan langsung dari Taiwan. Para calon TKI itu akan dibekali di Sragen Techno Park (STP).

“Kami berharap Taiwan akan mengirimkan tenaga pengajar dan kurikulum bagi TKI caregiver yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Ade.

Ade mengungkapkan BNP2TKI mendukung sepenuhnya penempatan TKI caregiver ke Taiwan ini. Dia yakin para TKI yang akan dididik di Balai Latihan Kerja Technopark Sragen akan menghasilkan TKI yang berkualitas dan mampu memenuhi keinginan users di Taiwan.

Sebelum ini, menurut Ade, para perawat yang akan bekerja di Taiwan umumnya bekerja di rumah pribadi dan tanpa jam kerja dan gaji yang jelas. Apalagi mereka dikirim tanpa dibekali ketrampilan yana cukup.

“Namun kini, dengan model kerjasama dengan Taiwan, mereka akan bekerja di sektor formal yaitu di rumah sakit panti jompo, 8 jam kerja ditambah lembur. Gaji yang mereka akan terima sekitar Rp. 7,5 juta per bulan,” tutur Ade.

Sementara itu, Tommy Fan mengakui keputusan memberikan kesempatan penempatan 2.400 TKI caregiver untuk Indonesia daripada Vietnam dan Filipina, dikarenakan TKI asal Indonesia mempunyai kelebihan dalam hal merawat orang Taiwan dibanding tenaga kerja lain.

“Kami memahami TKI merawat orang Taiwan seperti mereka merawat orangtua sendiri di Indonesia,” ungkap Tommy Fan menilai keberadaan TKI perawat Indonesia selama ini yang sudah bekerja di Taiwan.

Tommy mengatakan TKI caregiver yang tertarik bekerja di Taiwan tidak perlu khawatir soal pembiayaan karena semua akan ditanggung melalui perbankan, Taishin Internasional Bank.

Dalam MoU itu, pihak pertama yaitu Asia Pacifik Inc akan menempatan TKI caregiver baik di rumah sakit jompo dan tempat penitipan sejenis, setelah calon TKI itu mendapati pendidikan selama 3 bulan di TSP Sragen dan Matushita Globel Institut. Asia Pasifik akan menanggung semua biaya pelatihan dan biaya pemberangkatan TKI.

Sedangkan pihak kedua, yakni PT Fioken Kencana Mandiri bertanggunjawab terhadap perekrutan dan mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan di BLK Technopark Sragen. Ke 2.400 TKI caregiver ini nantinya akan dididik selama 12 minggu. (zul).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: