Pengiriman TKI Sektor Informal Ke Malaysia Akan Dibuka Awal April 2010


Semarang, BNP2TKI (19/3) – Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da’i Bachtiar memperkirakan, Indonesia siap kembali mengirim tenaga kerjanya ke Malaysia mulai April 2010. Pengiriman tenaga kerja ini dilakukan setelah nota kesepahaman tentang masalah ketenagakerjaan antara Menteri Tenaga Kerja kedua negara ditandatangani.

“Saat ini tinggal menunggu penandatanganan nota kesepahaman antara menteri tenaga kerja kedua negara. Akhir Maret, nota kesepahaman ini diharapkan sudah selesai,” kata Da’i saat berdialog dengan para pemangku kepentingan bidang ketenagakerjaan dari Jawa Tengah, di Semarang, Kamis (18/3).

Menurut Da’i, terdapat sejumlah hal yang sudah ditegaskan dalam nota kesepahaman, mengenai perlindungan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia.

Ia menjelaskan, dalam nota kesepahaman tersebut mengatur mengenai paspor tenaga kerja yang tidak lagi dipegang oleh majikan, kemudian aturan mengenai libur satu hari dalam seminggu yang diberikan kepada tenaga kerja.

“Mekanisme pemberian libur kerja ini masih dibahas, seperti kesepakatan penentuan hari libur antara tenaga kerja dengan majikan, atau ganti uang jika tidak mengambil hari libur,” kata mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini.

Selain itu, lanjut dia, kedua negara juga akan menyepakati tentang penegakan hukum bagi tenaga kerja maupun majikan.

Menurut Dubes RI di Malaysia itu, salah satu hal yang perlu dipersiapkan jika pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia kembali dibuka, yakni kesiapan sumber daya manusia yang akan dipekerjakan. “Salah satu yang perlu mendapat perhatian yakni kesiapan mental bekerja, karena para pekerja ini akan jauh dari keluarga dan teman,” katanya.

Ia mengungkapkan, cukup banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, tidak betah bekerja pada satu majikan hanya karena masalah sepele. “Banyak tenaga kerja yang lari hanya karena majikannya sedikit keras,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, minat warga Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia cukup tinggi, mengingat kesamaan budaya serta kondisi yang sangat mendukung.

Dengan penandatanganan nota kesepahan antara kedua negara ini, lanjut dia, Indonesia siap mencabut moratorium tentang penghentian pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, jumlah penduduk provinsi ini yang bekerja di luar negeri selama periode 2007-2009 mencapai 81 ribu orang. “Dari jumlah itu, paling banyak tenaga kerja yang bekerja di Malaysia yang mencapai 40 ribu orang,” katanya.

Ia menuturkan, terdapat sejumlah masalah yang dihadapi dalam pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, terutama sebagian besar tenaga yang justru bekerja di sektor informal.(Ant/Toha/Arw)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: